Jumat, 14 Februari 2020

APLIKASI RUMUS FISIKA DALAM KEHIDUPAN SISWA

sumber gambar : https://choilieng.com


Tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam undang-undang no. 20 tahun 2003 pasal 3 yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dengan demikian tugas guru dalam pembelajaran agar mampu mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Tugas guru bukan hanya mengajar namun juga mendidik. 
Guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan namun juga mengajak, memotivasi, mendukung, membantu dan menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain atau lingkungan. Mendidik lebih menitikberatkan pada kebiasaan dan keteladanan.

Saat ini pemerintah sedang menggalakkan pendidikan karakter yang terintegrasi pada semua mata pelajaran. Tak terkecuali dengan pelajaran fisika. Sebagian besar siswa menganggap bahwa fisika merupakan pelajaran yang susah dan tidak disukai siswa. Dari hasil wawancara dengan siswa, alasan siswa tidak menyukai pelajaran fisika adalah terlalu banyak rumus dan soal perhitungan. Memang tidak dipungkiri dalam pelajaran fisika terdapat banyak rumus dan terintegrasi dengan pelajaran matematika karena ada proses menghitung.

Hal ini merupakan tantangan berat bagi guru fisika. Selain pelajarannya susah dan tidak disukai siswa, tugas yang diemban gurupun semakin berat. Guru harus mampu menstransfer ilmu fisika dan mampu mendampingi siswa untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk dirinya sendiri mapun orang lain.


Dalam pelajaran fsika memang terdapat banyak rumus-rumus. Saat mengajarkan rumus fisika, sebaiknya kita sisipkan nasehat atau aplikasi rumus tersebut dalam kehidupan sehari-hari untuk menarik perhatian siswa. Banyak ilmu fisika yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada saat menjelaskan tentang tekanan. Dalam mengajar materi tekanan terdapat rumus P = F/A, rumus ini menjelaskan bahwa tekanan sebanding dengan gaya dan berbanding terbalik dengan luas. Kita bisa sisipkan nasehat bahwa sesuai dengan rumus tersebut, jika tidak ingin banyak tekanan dalam hidup kita maka jangan banyak gaya (neko-neko dalam bahasa jawa) dan cara kita memperkecil tekanan adalah dengan memperluas pikiran dan hati dengan langkah kongkret belajar ilmu dunia dan akhirat serta mengaplikasikannya.

Dalam ranah sains penerapan rumus tersebut adalah ujung paku dibuat runcing karena semakin kecil luas permukaan maka semakin besar tekanan sehingga paku mudah tertancap atau orang yang hidup di daerah salju maka akan membuat sepatu dengan alas yang luas, hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan berat tubuh pada salju.

Begitu juga dengan materi listrik saat menjelaskan rumus hambatan R = ρ l/A, rumus tersebut menjelaskan bahwa besarnya hambatan sebanding dengan hambatan jenis bahan dan panjang serta berbanding terbalik dengan luas permukaan. Pada rumus ini bisa kita sisipkan nasehat bahwa hambatan/tantangan dipengaruhi oleh hambatan diri sendiri dan inilah hambatan/tantangan terbesar. Kita harus bisa mengalahkan hambatan-hambatan pada diri sendiri jika ingin maju atau menuju perubahan ke hal yang positif. Begitu juga hambatan dipengaruhi oleh panjang, panjang disini bisa identik dengan usia, semakin besar usia kita maka semakin besar pula hambatan yang harus kita hadapai, maka kita harus mempersiapkan dan memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Agar kita bisa mengahadapi tantangan/hambatan-hambatan dalam kehidupan kita maka perluas hati dan pikiran dengan belajar dan belajar, baik ilmu dunia maupun ilmu agama. Dalam ranah sains untuk memperkecil /memperpesar hambatan penghantar maka harus memperhatikan jenis bahan penghantar, panjang penghantar dan luasnya. Dan masih banyak rumus-rumus fisika yang dapat kita sisipkan nasehat dan mengajarkan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari siswa. Diharapkan siswa mampu menyerap materi dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tugas guru sebagai pendidik dan pengajar pun terlaksanakan. Demikian juga pengintegrasian pendidikan karakter melalui mata pelajaran sedikit-sedikit mulai ditanamkan pada siswa.

Dengan menarik perhatian siswa melalui penerapan rumus fisika dalam kehidupan pribadi maupun dalam aplikasi dalam kegiatan siswa sehari-hari diharapkan siswa termotivasi belajar fisika sehingga semakin sedikit yang menganggap fisika itu susah dan tidak menyenangkan. Fisika itu mudah dan asyik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar